Program Kampus Mengajar: Ubah Tantangan Jadi Harapan untuk Masa Depan

Program Kampus Mengajar: Ubah Tantangan Jadi Harapan untuk Masa Depan

Pendidikan adalah jalan utama untuk mencetak generasi terbaik sepanjang masa. Pendidikan hakikatnya harus mampu membawa manusia memenuhi segala sesuatu yang menjadi tantangan setiap perubahan hidup bagi siswa di masa depan. Pandemi berdampak pada segala aspek kehidupan termasuk pada bidang pendidikan. Laporan dari UNESCO menyatakan setidaknya ada 1,5 milyar anak usia sekolah dari 188 negara yang terdampak COVID-19 termasuk diantaranya ada 60 juta anak usia sekolah di negara Indonesia.

Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas meliputi beribu pulau yang tersebar membuat penyamarataan pendidikan untuk daerah-daerah terpencil menjadi kurang maksimal terutama pada masa pandemi.

Pemerintah gencar melakukan inovasi program dalam bidang pendidikan yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui suatu proses yang terencana, terarah, dan berkelanjutan. Salah satunya melalui program Kampus Mengajar.

Program Kampus Mengajar Angkatan 1 merupakan suatu program yang di pelopori oleh Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) juga didanai oleh LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

Program ini menugaskan mahasiswa mengajar di sekolah daerah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal) guna mengejar ketertinggalan dalam pembelajaran dan memperbaiki mutu pendidikan Tanah Air yang terdampak selama pandemi COVID-19.

Program Kampus Mengajar ini diharapkan dapat memberikan solusi bagi sekolah melaksanakan kegiatan pembelajaran yang efektif selama masa pandemi COVID-19, membantu adaptasi teknologi, dan administrasi sekolah.

Hasil dari program ini adalah mahasiswa mampu membantu sekolah dalam mengatasi berbagai kendala selama pembelajaran ditengah pandemi COVID-19.

Salah satu sasaran sekolah dalam program kampus mengajar adalah Sekolah Dasar Negeri 199/X Geragai yang berlokasi di Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.

Permasalahan yang ada di sekolah terutama pada masa pandemi COVID-19 sangatlah kompleks sehingga memerlukan solusi yang tepat. Berbagai program inovasi dan adaptasi telah dilakukan oleh mahasiswa kampus mengajar yang diterjukan selama 3 bulan di 199/X Geragai antara lain sebagai berikut:

  • Proses belajar mengajar yang dilaksanakan secara menyenangkan antara lain program pembelajaran dengan metode PAIKEM GEMBROT (Pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, GEMbira dan BeRbOboT) dimana pembelajaran diselingi dengan ice breaking, pembelajaran numerasi dengan memberi kuis menggunakan media batang korek api, pembelajaran literasi dengan memberi games puzzle dimana siswa mencari huruf pada sebuah kata/ kalimat, dan pembelajaran menggunakan alat peraga edukatif sehingga membuat siswa menjadi antusias dan lebih mudah dalam memahami materi yang diberikan.

Kemudian proses pembelajaran dilakukan secara tatap muka atau luring di sekolah dengan menerapkan prosedur protokol kesehatan. Pembelajaran luring ini dikombinasikan dengan adaptasi pembelajaran berbasis digital menggunakan Kahoot dan Quizizz. Selanjutnya ada program pengayaan materi dan latihan soal bagi kelas 6 agar siswa menjadi lebih paham dan terbiasa mengerjakan soal serta pemberian tips dan trik dalam mengerjakan soal-soal ujian.

Lalu kegiatan home visit selama PAT (Penilaian Akhir Tahun) terutama ditujukan bagi siswa yang belum lancar membaca dan menghitung. Home visit dilakukan dengan mendatangi rumah siswa selama PAT untuk memberikan pengayaan berupa pemberian materi dan latihan soal melalui aplikasi rumah belajar dan edugame agar siswa lebih antusias dan semangat dalam mengikuti pembelajaran.

Berikutnya adalah program “Aku Cinta Lingkungan” bertujuan untuk melestarikan lingkungan dan mengurangi tempat perkembangbiakkan vektor penyakit meliputi edukasi jenis sampah, pemilahan sampah, serta pengelolaan sampah berupa pemanfaatan plastik kresek menjadi kerajinan bunga plastik dan pemanfaatan botol plastik bekas sebagai pot tanaman untuk membuat taman bunga gantung di sekolah.

Terakhir pendampingan belajar oleh mahasiswa kampus mengajar kepada dua siswa 199/X Geragai yang mengikuti Kompetisi Sains Nasional Sekolah Dasar (KSN-SD) tingkat kecamatan Jatinegara tahun 2021 yaitu Syahrul Setiawan pada Matematika dan Juwita Maharani pada bidang lomba IPA selama tiga minggu. Berkat semangat perjuangan yang tinggi mampu membuahkan hasil sebagai juara 2 KSN-SD tingkat kecamatan Jatinegara tahun 2021 pada bidang lomba masing-masing.

  • Membantu adaptasi teknologi yaitu melakukan sosialisasi dan edukasi kepada guru mengenai Google Classroom dan WhatsApp untuk menunjang pembelajaran jarak jauh dengan memberikan modul langkah-langkah dalam pengoperasian Google Classroom dan WhatsApp. Kemudian melakukan sosialisasi dan edukasi kepada guru dan siswa mengenai aplikasi berbasis digital berupa Kahoot dan Quizizz dengan memberikan modul langkah-langkah dalam pengoperasian Kahoot dan Quizizz bagi guru dan juga siswa.

Lalu melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai aplikasi pembelajaran yang mudah diakses dan dimanfaatkan secara gratis oleh guru dan siswa seperti website Rumah Belajar, Edugame, Khan Academy Kids, dan Sekolahmu sehingga siswa dapat belajar di mana saja, kapan saja dengan siapa saja. Serta edukasi mengenai profil pelajar Pancasila kepada siswa sebagai pembekalan karakter sesuai dengan nilai Pancasila dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

  • Membantu sekolah dalam administrasi seperti presensi siswa, raport, daftar nilai, buku registrasi siswa, dan memperbaharui profil sekolah sehingga lebih tertata rapi. Kemudian pembuatan pojok baca sebagai upaya meningkatkan budaya membaca di kalangan siswa. Selanjutnya juga melakukan pengaturan lemari pada setiap kelas dengan mengelompokkan buku sesuai tema.

Selain itu, melakukan sosialisasi dan edukasi kesehatan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada tatanan sekolah dan tatanan rumah tangga serta adaptasi kebiasaan baru (AKB) selama masa pandemi COVID-19 kepada seluruh warga sekolah. Terakhir pemberian alat kesehatan kepada sekolah berupa masker, pengadaan sarana dan prasarana cuci tangan dan pengadaan banner informasi kesehatan mengenai PHBS dan AKB di sekolah.

Kegiatan sosialisasi dan edukasi kesehatan ini sangat penting dilakukan secara masif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan seluruh warga sekolah agar dapat berperilaku hidup bersih dan sehat, menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat hingga masyarakat lingkungan sekolah yang sehat, serta mampu meningkatkan proses belajar mengajar di sekolah.

Seluruh pelaksanaan program yang dilakukan oleh mahasiswa kampus mengajar merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Sekolah dasar merupakan pondasi awal untuk mencetak generasi yang mampu berkembang secara maksimal dan berkualitas.

Oleh karena itu, guru perlu berinovasi dan beradaptasi dengan teknologi terkini. Adanya inovasi dari guru menjadikan inspirasi bagi siswa agar mampu mengembangkan potensi diri, berpikir kritis, inovatif dan kreatif.

 

William Arthur Ward mengatakan:  “the good teacher explains, the superior teacher demonstrates, the great teacher inspires.” Artinya : “guru yang biasa hanya menceritakan, guru yang baik bisa menerangkan, guru yang luar biasa bisa mendemonstrasikan, guru yang hebat bisa menginspirasi”.

 

Dengan adanya guru hebat ini diharapkan dapat meningkatkan pemerataan layanan pendidikan yang berkualitas di Indonesia. Akhir kata, semangat mengabdi dan berdedikasi untuk negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *